Mohon anda memberikan tambahan pengetahuan kepadaku terkait sekitar kitab-kitab Allah subhanahu wa taala. Apakah kitab-kitab ini (Taurat, Injil dan Zabur) ketika diturunkan adalah kalamullah yang asli? Yang saya maksud bukan kitab-kitab yang dibaca oleh orang Kristen sekarang yang telah terjadi penyelewengan di dalamnya.
Pertama:
Seorang hamba tidak beriman sampai dia beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan para Rasul-Nya. Allah taala berfirman:
ุขู ููู ุงูุฑููุณูููู ุจูู ูุง ุฃูููุฒููู ุฅููููููู ู ููู ุฑูุจูููู ููุงููู ูุคูู ูููููู ููููู ุขู ููู ุจูุงูููููู ููู ูููุงุฆูููุชููู ููููุชูุจููู ููุฑูุณููููู ููุง ููููุฑูููู ุจููููู ุฃูุญูุฏู ู ููู ุฑูุณููููู
ุณูุฑุฉ ุงูุจูุฑุฉ: 285
โRasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", (QS. Al-Baqarah: 285)
Diriwayatkan oleh Bukhari, (50) dan Muslim, (9) dari Abu Hurairah berkata:
ููุงูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุจูุงุฑูุฒูุง ููููู ูุง ููููููุงุณู ุ ููุฃูุชูุงูู ุฌูุจูุฑูููู ููููุงูู : ู ูุง ุงูุฅููู ูุงููุ ููุงูู : ุงูุฅููู ูุงูู ุฃููู ุชูุคูู ููู ุจูุงูููููู ููู ููุงูุฆูููุชููู ุ ููููุชูุจููู ุ ููุจูููููุงุฆููู ุ ููุฑูุณููููู ุ ููุชูุคูู ููู ุจูุงููุจูุนูุซู
โDahulu Nabi sallallahu alaihi wa sallam suatu hari nampak dihadapan orang-orang, maka Jibril mendatanginya seranya bertanya,,โApa itu iman?โ Maka beliau menjawab, โIman adalah engkau beriman kepada Allah, para Malaikat, kitab-kitab-Nya, dan pertemuan dengan-Nya, para Rasul-Nya dan engkau beriman dengan hari kebangkitan.
Al-Qurโan, Taurat, Injil dan Zabur semuanya adalah kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para Rasul-Nya salawatullah wa sallam โalaihim. Diwajibkan kita beriman dengannya. Dan siapa yang mengkufuri sesuatu darinya, maka dia telah kafir kepada Allah.
Kedua:
Tidak ada sedikit pun dari kalam Allah itu makhuk. Allah taala berbicara dalam kitab Taurat, Injil, Al-Qurโan dan Zabur secara hakekat (benar). Sebagaimana tidak ada satu huruf pun dalam Al-Qurโan itu makhluk, bahwa semuanya itu kalamullah secaya benar. Begitu juga Taurat, Injil dan Zabur. Kita tidak membedakan di antara para Rasul Allah dan kita tidak membedakan di antara kitab-kitab yang diturunkannya, maka semua adalah kalam Allah.
Allah taala berfirman:
ุฃูููุชูุทูู ูุนูููู ุฃููู ููุคูู ููููุง ููููู ู ููููุฏู ููุงูู ููุฑูููู ู ูููููู ู ููุณูู ูุนูููู ููููุงู ู ุงูููููู ุซูู ูู ููุญูุฑููููููููู ู ููู ุจูุนูุฏู ู ูุง ุนูููููููู ููููู ู ููุนูููู ูููู
ุณูุฑุฉ ุงูุจูุฑุฉ: 75
โApakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?โ (QS. Al-Baqarah: 75)
Diriwayatkan oleh Muslim, no 2652 dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
ุงุญูุชูุฌูู ุขุฏูู ู ููู ููุณูู ุ ููููุงูู ู ููุณูู : ููุง ุขุฏูู ู ุฃูููุชู ุฃูุจููููุง ุฎููููุจูุชูููุง ููุฃูุฎูุฑูุฌูุชูููุง ู ููู ุงููุฌููููุฉู ุ ููููุงูู ูููู ุขุฏูู ู : ุฃูููุชู ู ููุณูู ุ ุงุตูุทูููุงูู ุงูููู ุจูููููุงู ููู ุ ููุฎูุทูู ูููู ุจูููุฏููู โ ููู ุฑูุงูุฉ : ููุชูุจู ูููู ุงูุชููููุฑูุงุฉู ุจูููุฏููู โ ุฃูุชููููู ูููู ุนูููู ุฃูู ูุฑู ููุฏููุฑููู ุงูููู ุนูููููู ููุจููู ุฃููู ููุฎูููููููู ุจูุฃูุฑูุจูุนูููู ุณูููุฉู ุ ููููุงูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุญูุฌูู ุขุฏูู ู ู ููุณููุ ููุญูุฌูู ุขุฏูู ู ู ููุณูู
โ(Nabi) Adam mendebat (nabi) Musa. (Nabi) Musa berkata, โWahai Adam, Anda adalah bapak kami, engkau kecewakan kami dan engkau keluarkan kami dari surga.โ Maka (Nabi) Adam berkata kepadanya, โAnda Musa, Allah telah memilih engkau sebagai orang yang diajak berbicacra dengan-Nya, dan anda dilepaskan dengan Tangan-Nya- dalam riwayat โ menulis Taurat dengan Tangan-Nya untuk anda. kenapa kamu mencelaku dengan suatu perkara yang telah Allah takdirkan kepadaku sebelum aku diciptakan selama empat puluh tahun?โ Maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, โ(Nabi) Adam dapat mendebat (Nabi) Musa, (Nabi) Adam dapat mendebat (Nabi) Musa.โ
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, โMazhabnya pada ulama salaf dan para imam dari kalangan shahabat dan tabiin yang mengikuti mereka dengan baik dan seluruh imam dari kalangan umat Islam seperti para Imam empat dan lainnya dan apa yang ditunjukkan oleh Kitab dan Sunah serta sesuai dengan dalil-dalil Akal dengan jelas bahwa Al-Qurโan adalah Kalamullah yang diturunkan dan bukan makhluk. Dari-Nya dimulai dan kepada-Nya akan kembali. Maka Dia berbicara dengan Al-Qurโan, Taurat, dan Injil dan kalam-Nya yang lainnya. Kalamullah bukan makhluk yang terpisah darinya dan Allah taโala berbicara dengan kehendak dan kekuasaan-Nya. Maka kalam-Nya itu berdiri sendiri bukan sebagai makhluk yang terpisah dari-Nya. Dan kalimat-kalimat Allah tidak ada ujungnya. Sebagaimana firman Allah taala:
ูููู ูููู ููุงูู ุงููุจูุญูุฑู ู ูุฏูุงุฏูุง ููููููู ูุงุชู ุฑูุจููู ููููููุฏู ุงููุจูุญูุฑู ููุจููู ุฃููู ุชูููููุฏู ููููู ูุงุชู ุฑูุจููู ูููููู ุฌูุฆูููุง ุจูู ูุซููููู ู ูุฏูุฏูุง
โKatakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)." (QS. Al-Kahfi: 109)
Maka Allah Taala berbicara dengan Al-Qurโan berbahasa Arab dan dengan Taurat dengan bahasa Ibrani. Sampai beliau mengatakanโฆ โSiapa yang menjadikan kalam-Nya itu makhluk, maka mengharuskan dia mengatakan โMakhluk itu adalah yang berbicara kepada Musa:
ุฅูููููู ุฃูููุง ุงูููููู ููุง ุฅูููู ุฅูููุง ุฃูููุง ููุงุนูุจูุฏูููู ููุฃูููู ู ุงูุตููููุงุฉู ููุฐูููุฑูู
โSesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.โ (QS. Thaha: 14)
Hal ini tidak mungkin dan tidak dibolehkan dikatakan sebagai kalam kecuali disandarkan kepada Tuhan seluruh alam.
Kalau Allah telah berbicara dengan Qurโan dan Taurat dan kitab-kitab lainnya, dengan arti dan lafaznya yang teratur dari huruf-hurufnya, maka tidak ada sesuatu dari hal itu adalah makhluk. Bahkan semuanya itu adalah kalam Tuhan seluruh alam. (Majmu Fatawa, 12/37-41, silahkan lihat juga Majmu Fatawa, 12/355-356).
Syekh Ruhaibani rahimahullah mengatakan, โBersumpah dengan kalam Allah taโala atau dengan Al-Qurโan atau dengan surat dan ayat darinya dianggap sebagai sumpah. Karena dia termasuk sifar-sifat Allah taโala. Maka siapa yang bersumpah dengannya atau dengan sesuatu darinya, maka dia termasuk bersumpah dengan sifat Allah taโala. (Begitu juga) bersumpah (seperti Taurat di antara kitab-kitab Allah taโala, seperti Injil, Zabur, maka dia termasuk sumpah yang di dalamnya ada tebusan atau kafarat (jika dilanggar). Karena ketika disebutkan secara mutlak maka yang dipahami adalah apa yang diturunkan di sisi Allah taโala, bukan yang telah dirubah dan diganti. Kehormatan Al-Quran tidak gugur dengan dihapuskan ayat di dalamnya. Seperti dihapus hukumnya dalam Al-Qurโan. Karena, hal itu tidak membuatnya keluar dari Kalam Allah taโala. Kalau hal itu termasuk Kalam-Nya, maka dia termasuk di antara sifat-sifat-Nya seperti Al-Qurโan.โ (Mathalib Ulin Nuha, 6/361).
Syekh Ibnu Jibrin rahimahullah mengatakan, โTelah diketahui bahwa Allah menurunkan kitab-kitab kepada para Nabi, Dia menurunkan Taurat kepada Nabi Musa, Injil kepada Isa, Zabur kepada Daud, Suhuf kepada Ibrahim sebagaimana dalam Firman-Nya :
ุตุญู ุฅุจุฑุงููู ูู ูุณู (ุณูุฑุฉ ุงูุฃุนูู: 19)
โ(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.โ (QS. Al-Aโla: 19)
Tidak diragukan bahwa hal itu semuanya merupakan Kalamullah. Allah berbicara dengannya dan di dalamnya mengandung syariat, Perintah dan larangan-Nya.โ
(Fatawa Syekh Ibnu Jibrin, 63/117 dengan penomoran Syamilah digital. Sebagai tambahan, silahkan merujuk no. 145665 .
Wallahu aโlam