Unduh
0 / 0
3491604/04/2010

ISTRI MEREMEHKAN PERGAULANNYA DENGAN SEPUPU LAKI-LAKI

Pertanyaan: 147287

Isteriku berumur 43 tahun, sedangkan sepupunya berumur 33 tahun. Dalam berinteraksi istriku terlalu longgar dan memberikan perhatian lebih kepada sepupu laki-laki. Pernah dia bergadang dengannya hingga jam 3 malam, pernah pula dia memfotonya saat sepupunya tidur, bahkan pernah dia menciumnya. Saya pernah menasehati bahwa hal itu tidak dibolehkan agama. Dia mengatakan, ‘Dia seperti saudara laki-lakinya dan dia cuma sepupu saja tidak lebih dari itu. Hal ini menimbulkan masalah dan banyak perselisihan, khawatir terjadi perceraian. Saya mempunyai 5 anak. Apakah yang dilakukan istriku itu benar, tolong minta penjelasannya?

Puji syukur bagi Allah, dan salam serta berkat atas Rasulullah dan keluarganya.

Islam telah memberikan ketentuan cara
interaksi antara lelaki dengan wanita non mahram. Diperintahkan menundukkan
pandangan, diharamkan berduaan, dilarang berjabat tangan, diharuskan menutup
seluruh tubuhnya, dilarang mendayu dalam bersuara. Hal inilah yang dapat
menjaga kebersihan masyarakat, keselamatan keluarga dan menutup pintu
kejelekan dan fitnah. Anda jumpai nash-nash dalam hal itu dalam soal jawab
no. 10744.

Tidak diragukan lagi bahwa istri anda telah
melampaui batas dalam hal ini. Terjerumus apa yang diharamkan oleh Allah
dengan mencium anak lelaki pamannya. Dan begadang malam hari berduaan
bersamanya, menanggalkan hijab di hadapannya. Bahkan sekedar tidak
menundukkan pandangan mata kepada lelaki yang bukan mahramnya – pada
dasarnya –itu kemaksiatan terhadap perintah Allah Ta’ala. Terlalu longgar
dalam masalah ini dengan alasan bahwa dia adalah sepupu seperti saudara
lelakinya merupakan kesalahan besar. Berapa banyak keluarga yang terjerumus
ke dalam musibah. Sepupu adalah non mahram bagi wanita seperti  orang asing.
Bisa jadi bahayanya lebih berat dibandingkan dengan lainnya, karena terlalu
longgar berinteraksi dengannya. Masalah ini hukumnya sama dengan kerabat
suami (ipar), saudara lelaki suami (ipar) sama dengan sepupu.

Oleh karena itu Nabi sallallahu’alaihi wa
sallalm bersabda:

إِيَّاكُمْ
وَالدُّخولَ عَلَى النِّسَاءِ” فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ: يَا رَسُولَ
الله أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ ؟ قَالَ: ” الْحَمْوُ
الْمَوْتُ

“Janganlah
kalian masuk ke para wanita. Seorang
Anshar bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang ‘Hamu
(saudara lelaki suami)’. Beliau menjawab: ‘Saudara lelaki suami adalah
kematian.” (HR. Bukari, no. 5232 dan Muslim, no. 2171)

Al-Laits bin Saad berkata, ‘Kata ‘Al-Hamu
adalah saudara lelaki suami atau yang semisalnya dari kerabat suami seperti
anak lelaki paman dan semisalnya.’

An-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syakh
Muslim berkata,

‘Adapun sabda Beliau sallallahu’alaihi wa
sallam ‘Al-Hamu Al-Maut’ artinya adalah bahwa kekhawatiran padanya melebihi
dari yang lainnya. Keburukannya dapat menjadi fitnah lebih besar, karena dia
dapat menemui wanita (saudara iparnya)  dan berduaan tanpa ada pengingkaran
darinya, berbeda kalau orang asing. Maksud dari ‘Al-Hamu’ di sini adalah
kerabat suami, selain ayah dan anak-anaknya. Kalau bapak dan anak-anak
termasuk mahram bagi istrinya, dibolehkan berduaan dengannya dan tidak
temasuk yang disifati dengan kematian. Akan tetapi yang dimaksudkan saudara
lelaki (dari suami), anak saudara lelaki, paman (suami), anaknya dan
semisalnya yang bukan mahram. Kebiasaannya orang-orang meremehkan masalah
ini. Saudara lelakinya berduaan dengan istrinya, ini yang disebut kematian,
dan dia lebih layak untuk dilarang dari orang asing, dengan alasan seperti
yang telah kami sebutkan,’ 

Sebagai tambahan, silakan lihat soal no.
13261.

Kalau istri tidak menutup wajahnya di depan
kerabatnya, mininal dilarang berduaan, berkata yang mendayu dan berjabatan
tangan. Seharusnya anda menjelaskan batasan halal dan haram dalam masalah
ini. Hendaknya anda memberikan nasehat kepada istri, dan anak lelaki
pamannya. Serta melarangnya memudahkan sikap tercela ini. Karena Allah
Ta’ala akan menanyakan kepada anda terhadap orang yang menjadi tanggung
jawab anda, anda diperintahkan untuk menjaga dan menghalangi dari api
neraka. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ
مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (سورة  التحريم:
6)

“Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat
yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang
diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan.” (QS. At-tahrim: 6)

Dan Nabi sallallahu’alaihi wa sallam
bersabda:

كُلُّكُمْ
رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ : الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ
عَنْ رَعِيَّتِهِ ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ
رَعِيَّتِهِ ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan
masing-masing akan ditanya tentang apa yang menjadi tanggung jawabnya. Imam
bertanggung jawab terhadap rakyatnya dan akan ditanya terhadap tanggung
jawabnya. Seorang laki-laki bertanggung jawab terhadap keluarganya dan dia
akan ditanya terhadap tanggung jawabnya. Wanita bertanggung jawab di rumah
suaminya.” (HR. Bukhari, 853. Muslim, 1829)

Beliau juga bersabda:

ما من عبد
يسترعيه الله رعية يموت يوم يموت وهو غاش لرعيته إلا حرم الله عليه الجنة

“Tidaklah seorang hamba diberi tanggung jawab
oleh Allah untuk rakyatnya. Akan tetapi dia meninggal dalam kondisi menipu
rakyatnya, maka Allah haramkan surga baginya.” (HR. Bukhari, 6731, Muslim,
no. 142)

Semoga istri anda menerima apa yang
diperintahkan agama, membatasi interaksinya dengan sepupunya sesuai yang
diridhai Allah Ta’ala dan tidak membuat ulah kepada suaminya. Karena, kalau
wanita yang berakal akan meninggalkan perkara mubah untuk mendapatkan
kerelaan suaminya, maka meninggalkan yang haram itu lebih layak lagi
baginya.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada semua
apa yang dicintai dan diridoiNya.

Wallahu’alam

.

Refrensi

Soal Jawab Tentang Islam

at email

Langganan Layanan Surat

Ikut Dalam Daftar Berlangganan Email Agar Sampai Kepada Anda Berita Baru

phone

Aplikasi Islam Soal Jawab

Akses lebih cepat ke konten dan kemampuan menjelajah tanpa internet

download iosdownload android
at email

Langganan Layanan Surat

Ikut Dalam Daftar Berlangganan Email Agar Sampai Kepada Anda Berita Baru

phone

Aplikasi Islam Soal Jawab

Akses lebih cepat ke konten dan kemampuan menjelajah tanpa internet

download iosdownload android