Unduh
0 / 0
1113910/03/2003

Membangun Rumah Yang Melebihi Kebutuhannya dan Zakatnya

Pertanyaan: 20275

Saya telah membaca sebuah hadits bahwa barang siapa yang telah membangun beberapa rumah yang meleibihi kebutuhannya maka pada hari kiamat dia akan memikul rumah-rumah tersebut di atas punggungnya. Jika orang tersebut membayarkan zakatnya dari semua rumah tersebut, maka apakah dia juga akan memikulnya pada hari kiamat ?

Puji syukur bagi Allah, dan salam serta berkat atas Rasulullah dan keluarganya.

Pertama:

Kami tidak mengetahui hadits
yang anda maksudkan, riwayat yang menyatakan bahwa seseorang akan memikul
sesuatu pada hari kiamat adalah orang yang mengambil sesuatu di dunia dari
orang lain dengan jalan yang tidak dibenarkan dengan cara paksa, mencuri,
culas (mengambil bagian dari harta rampasan perang sebelum dibagi rata).

Sebagaimana yang diriwayatkan
dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Rasulullah –shallallahu
‘alaihi wa sallam- berdiri di hadapan kami, seraya beliau menyebutkan ghulul
(mengambil bagian dari harta rampasan perang sebelum dibagi rata), beliau
menjadikannya perkara yang agung dengan bersabda:

” لا ألفين أحدكم يوم القيامة على رقبته شاة
لها ثغاء ، على رقبته فرس له حمحمة ، يقول : يا رسول الله أغثني ، فأقول : لا
أملك لك شيئاً قد أبلغتك ، وعلى رقبته بعير له رغاء ، يقول : يا رسول الله
أغثني ، فأقول : لا أملك لك شيئاً قد أبلغتك ، وعلى رقبته صامت ، فيقول : يا
رسول الله أغثني ، فأقول : لا أملك لك شيئاً قد أبلغتك ، أو على رقبته رقاع
تخفق ، فيقول : يا رسول الله أغثني ، فأقول : لا أملك لك شيئاً قد أبلغتك .
رواه البخاري ( 2908 ) ومسلم ( 1831
) .

“Saya pasti akan melarang
salah seorang dari kalian pada hari kiamat yang di pundaknya terdapat
kambing yang mengembik, di pundaknya terdapat kuda yang meringkik, dia
berkata: “Wahai Rasulullah, batulah saya ?”, maka saya katakan: “Saya tidak
mampu membantumu (memberi ampunan dan syafa’at), saya telah sampaikan
kepadamu”. Di pundaknya terdapat unta yang bersuara, dia berkata: “Wahai
Rasulullah, bantulah saya”. maka saya katakan: “Saya tidak mampu membantumu
(memberi ampunan dan syafa’at), saya telah sampaikan kepadamu”. Di pundaknya
terdapat emas dan perak, dia berkata: “Wahai Rasulullah, bantulah saya”.
maka saya katakan: “Saya tidak mampu membantumu (memberi ampunan dan
syafa’at), saya telah sampaikan kepadamu”. atau di pundaknya terdapat
pakaian yang melambai, dia berkata: “Wahai Rasulullah, bantulah saya”. maka
saya katakan: “Saya tidak mampu membantumu (memberi ampunan dan syafa’at),
saya telah sampaikan kepadamu”. (HR. Bukhori: 2908 dan Muslim: 1831)

Kedua:

Adapun jika seorang muslim
membangun dan meluaskan rumah sampai pada batas melebihi kebutuhannya dan
kebutuhan keluarganya, maka Ibnu Hazm telah berkata:

“Para ulama bersepakat bahwa
membangun bangunan untuk melindungi auratnya dan keluarganya dari pandangan
orang lain, dari cuaca dingin, panas dan hujan adalah wajib, atau mencari
rumah atau tempat tinggal dengan tujuan sesuai dengan yang telah kami
sebutkan sebelumnya…, mereka juga bersepakat bahwa memperluas sumber
penghasilan dan bangunan dari yang dihalalkan, jika dengan itu akan mampu
menunaikan hak-hak Alloh –Ta’ala- adalah mubah, kemudian mereka berbeda
pendapat apakah dengan terpaksa atau tidak”. (Maratibul Ijma’: 155)

Sebaiknya bagi seorang muslim
hendaknya tidak meluas-luaskan dalam hal urusan dunia dan mencukupkan diri
dengan yang sesuai kebutuhannya, berdasarkan keumuman ayat yang melarang
untuk berlebih-lebihan sebagaimana firman Alloh –Ta’ala- :

( وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ
الْمُسْرِفِينَ ) الأعراف/31

“Dan makan dan minumlah
kalian, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al A’raf: 31)

Dan firman Alloh –Ta’ala-:

( وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ
يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا ) الفرقان/67
.

“Dan orang-orang yang apabila
membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir,
dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian”. (QS.
Al Furqan: 67)

At Tirmidzi (4283) telah
meriwayatkan dari Khobbab –radhiyallahu ‘anhu- bahwa Rasulullah –shallallahu
‘alaihi wa sallam- bersabda:

( إن العبد ليؤجر في نفقته كلها إلا في التراب أو قال في البناء
) . صححه الألباني في صحيح الترمذي .

“Sungguh seorang hamba akan
diberi pahala dari semua nafkahnya kecuali tanah atau bangunan”. (Dishahihkan
oleh Albani dalam Shahih Tirmidzi)

Al Bukhori (5672) juga telah
meriwayatkan dari perkataan Khobbab –radhiyallahu ‘anhu-. Ibnu Hajar berkata:
“Riwayat itu maksudnya adalah pada bangunan yang melebihi kebutuhannya”.

Dan yang mendasari hal itu
adalah apa yang dialami oleh Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa
beliau menahan diri untuk tidak menyibukkan diri dengan dunia dan
menghawatirkan umatnya jika dibukakan dunia kepada mereka, sebagaimana dalam
sabdanya:

( فَوَاللَّهِ لا الْفَقْرَ أَخْشَى
عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخَشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمْ الدُّنْيَا
كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا
تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ ) . رواه البخاري (3158)
ومسلم (2961(

“Demi Alloh, bukan kefakiran
yang aku hawatirkan kepada kalian, akan tetapi yang aku hawatirkan akan
dibukakan kepada kalian dunia sebagaimana yang telah terjadi kepada umat
sebelum kalian, kemudian kalian berlomba-lomba untuk meraihnya sebagaimana
mereka melakukannya, dan akan membinasakan kalian sebagaimana telah
membinasakan mereka”. (HR. Bukhori: 3158 dan Muslim: 2961)

Ketiga:

Rumah-rumah yang telah
dibangun oleh seorang muslim untuk keluarga dan anak-anaknya tidak ada
zakatnya, meskipun harganya mahal. Sedangkan rumah-rumah yang dibangun untuk
disewakan juga tidak ada zakatnya yang berasal dari dzat bangunannya, akan
tetapi yang wajib dizakati adalah hasil persewaannya jika telah mencapai
nisab dan telah berlalu selama satu tahun.

Sedangkan rumah-rumah yang
telah dibangun untuk diperjual belikan, maka ada zakatnya; karena termasuk
barang dagangan. Atas dasar itulah maka pada akhir tahun diperkirakan
harganya dan dibayarkan zakatnya. Besarnya zakatnya adalah 2,5 % dari total
harganya.

Baca juga rincian masalah
tersebut berserta dalil-dalilnya pada jawaban soal:
10823
.

Wallahu A’lam.

Refrensi

Soal Jawab Tentang Islam

at email

Langganan Layanan Surat

Ikut Dalam Daftar Berlangganan Email Agar Sampai Kepada Anda Berita Baru

phone

Aplikasi Islam Soal Jawab

Akses lebih cepat ke konten dan kemampuan menjelajah tanpa internet

download iosdownload android
at email

Langganan Layanan Surat

Ikut Dalam Daftar Berlangganan Email Agar Sampai Kepada Anda Berita Baru

phone

Aplikasi Islam Soal Jawab

Akses lebih cepat ke konten dan kemampuan menjelajah tanpa internet

download iosdownload android