0 / 0

Pahala Puasa Dilipat Gandakan lebih banyak dari 700 kali Lipatan

Pertanyaan: 221201

Apakah arti hadits bahwa kebaikan pada puasa itu dilipatkan lebih banyak dari 700 kali lipat, berdasarkan firman Allah dalam hadits qudsi [1].

^1 puasa adalah untuk-ku dan Saya yang akan memberi balasannya
Teks Jawaban

Puji syukur bagi Allah, dan salam serta berkat atas Rasulullah dan keluarganya.

Telah ada ketetapan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’aliahi wa sallam bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ ، الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلَّا الصَّوْمَ ، فَإِنَّهُ لِي ، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي

رواه مسلم  1151

“Semua amalan Bani Adam itu akan dilipat gandakan, dan satu kebaikan itu akan dilipatkan sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipatan. Allah Azza wajalla berfirman: kecuali Puasa, karena ia untuk-Ku, dan Saya sendiri yang akan membalasnya. Dia meninggalkan syahwat dan makanannya, hanya karena untuk-Ku. HR. Muslim, (1151)

Para ulama’ telah menetapkan dalam penjelasan hadits ini bahwa maksud dari hal itu adalah melipat gandakan pahala puasa itu lebih dari 700 kali lipat, dan kami disini akan menukilkan ketetapan mereka yang banyak:

Abul Walid Al-Baji rahimahullah (Wafat tahun 474 H) mengatakan,”Keutamaan melipat gandakan pahala puasa, maka balasan pahalanya disandarkan kepada Dirinya Ta’ala. Hal itu berarti melebihi dari 700 kali lipat. Selesai dari kitab ‘Al-Muntaqa Syarkh Al-Muwatho’, (2/74).

Abu Hamid Al-Gozali rahimahullah (wafat tahun 505 H) mengatakan,”Allah berfirman:

إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” QS. Az-Zumar: 10

Sementara puasa itu adalah setengah dari kesabaran, dimana pahalanya bisa melebihi dari aturan takdir dan kebaikan. Selesai dari kitab ‘Ihya’ Ulumuddin, (1/231).

Ibnul Arabi rahimahullah (Wafat tahun 543 H) mengatakan,”Tuhan kita telah memberitahukan kepada kita bahwa pahala amalan sholeh itu ditentukan dari satu kebaikan sampai 700 kali lipat, dan ketentuan pahala sabar disembunyikan di sisi ilmu-Nya. Seraya berfirman:

إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب

 “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” QS. Az-Zumar: 10

Ketika puasa itu salah satu bentuk dari kesabaran, ketika dia dapat menahan dari syahwat. Allah ta’ala berfirman dalam hadits qudsi:

كل عمل ابن آدم له إلا الصيام فإنه لي ، وأنا أجزي به

“Semua amalan Bani Adam adalah miliknya kecuali puasa, ia untuk-Ku dan saya yang akan memberikan balasannya.

Ahli ilmu mengatakan,”Semua pahala itu dapat ditimbang dan ditakar kecuali puasa,maka ia dicakupkan dan diciduk satu cidukan. Oleh karena itu Malik mengatakan,”ia adalah bentuk kesabaran dari kelaparan dunia dan kesedihannya. Tidak diragukan lagi bahwa orang yang dapat selamat dari musibah yang menimpanya dan meninggalkan apa yang dilarangnya, maka tidak ada takaran untuk pahalanya. Dengan mengisyaratkan puasa dalam bab ini, meskipun bukan pada semua bagiannya.” Selesai dari kitab Ahkamul Qur’an, (4/77).

Al-Qodhi Iyad rahimahullah (wafat tahun 544 H) mengatakan,”Kemudian dengan keutamaan Allah kepada orang yang dikehendaki dengan apa yang dikehandaki dengan tambahan (pahala) sampai 700 kali lipat, sampai tidak ada batasnya. Sebagaimana firman Allah ta’ala:

إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب

 “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” QS. Az-Zumar: 10

Dan firman-Nya:

إلا الصيام فإنه لي ، وأنا أجزي به

“kecuali puasa, ia untuk-Ku dan saya yang akan memberikan balasannya.

Setelah disebutkan akhir kelipatannya sampai 700 kali lipat. Selesai dari kitab ‘Ikmal Almu’allim Bifawaidil Muslim, (8/184).

Ibnu Rajab rahimahullah (Wafat tahun 795 H) mengatakan,”Dari riwayat pertama (maksudnya yang disebutkan pada jawaban pertama) maka pengecualian puasa termasuk amalan yang dilipat gandakan, sehingga semua amalan itu dilipat gandakan sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat kecuali puasa. Maka ia tidak terbatas kelipatannya dengan bilangan ini. Bahkan Allah melipat gandakan dengan kelipatan yang banyak tanpa batas bilangan tertentu. Karena puasa termasuk dari kesabaran, dimana Allah ta’ala berfirman:

إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب

 “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” QS. Az-Zumar: 10

Oleh karena itu telah ada riwayat dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bulan puasa dinamakan dengan bulan kesabaran.

Dalam hadits lain dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

الصوم نصف الصبر

أخرجه الترمذي

“Puasa itu adalah separuh dari kesabaran. HR. Tirmizi.

Kesabaran itu ada tiga macam, sabar dalam ketaatan, sabar dari suatu yang diharamkan Allah serta kesabaran atas takdir Allah yang menyakitkan. Ketiga macam kesabaran ini terangkum dalam puasa. Selesai dari kitab ‘Latoiful Ma’arif, karangan Ibnu Rajab, hal. 150,

Ibnu Al-Mulaqin rahimahullah (Wafat tahun 804 H) mengatakan,”Dikatakan dalam firman Allah ta’ala:

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ

السجدة: 17

“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. QS. As-Sajdah: 17

Bahwa amalan mereka adalah puasa, maka dikosongkan bagi mereka balasan tanpa ada batasnya. Maka dikhususkan puasa dengan dilipat gandakan sampai 700 kali lipat dalam hadits ini. Selesai dari kitab ‘At-Taudhih Lisyarkhi Al-Jami’ As-Shoheh, (13/28).

Syekh As-Sya’di rahimahullah (Wafat tahun 1376 H) mengatakan,”Dalam hadits ini mengkhususkan puasa dan disandarkan kepada-Nya, dan Dia sendiri yang akan membalasnya dengan keutamaan dan kedermawanan-Nya. Tanpa ada bandingan amalan dengan kelipatan yang disebutkan dimana amalan-amalan lain ikut serta. Hal ini tidak mungkin untuk diungkapkannya. Bahkan akan dibalas dengan apa yang belum pernah dilihat mata, di dengarkan telinga dan tidak terbertik sedikitpun dalam hati manusia.

Dan dalam hadits itu sebagai pengingat akan hikmah dikhususkan akan hal ini. Bahwa orang yang berpuasa ketika meninggalkan kesenangan jiwa yang merupakan suatu tabiat untuk menyenanginya serta lebih mendahulukan dibandingkan dengan lainnya bahwa ia termasuk urusan yang sangat penting, maka orang yang berpuasa mendahulukan kecintaan kepada Tuhannya. Dan meninggalkan hanya karena Allah di kondisi yang tidak ada yang mengetahui kecuali Allah semata. Sehingga kecintaannya kepada Allah itu lebih diprioritaskan dan dimenangkan dari semua kecintaan dirinya. Dan menggapai keredoan dan pahala-Nya itu lebih diutamakan dari pada mendapatkan kepentingan dirinya. Oleh karena itu, Allah khususkan untuk diri-Nya. Dan menjadikan pahala puasa ada pada Diri-Nya. Bagaimana lagi gambaran anda dengan pahala dan balasan dimana Allah yang Maka kasih sayang, Makah Deramawan dan Maha Mengasih telah menjaminnya. Dimana pemberiannya telah meliputi semua makhluk yang ada. Dan mengkhusukan untuk kekasih-Nya bagian terbesar, dan pembagian yang paling sempurna. Dan ditakdirkan untuk mereka sebab-sebab dan kasih sayangnya yang didapatkan disisi-Nya dengan urusan yang belum pernah terbertik dalam benak, dan tidak tergambarkan dalam angan-angan. Bagaimana lagi Allah akan memperlakukan kepada mereka orang-orang yang berpuasa lagi ikhlas.

Disini goresan tinta terhenti, dimana hati orang yang berpuasa penuh dengan kegembiraan tak terkira, dengan amalan yang Allah khususkan untuk diri-Nya. Dan memberikan balasan dari keutmaan-Nya sendiri dan kebaikan khusus. Itu adalah keutamaan Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendaki. Dan Allah pemilik keutamaan nan agung. Selesai ringkasan dari kitab ‘bahjatu Qulubil Abrar hal. 94-95.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah (wafat tahun 1421 H) mengatakan,”Ibadah-ibadah itu pahalanya satu kebaikan dilipatgandakan sampai sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat dan sampai berlipat ganda. Kecuali puasa, karena Allah sendiri yang akan memberikan pahalanya. Maksudnya bahwa pahalanya sangat agung sekali. Ahli ilmu mengatakan,”Karena dalam puasa itu menggabungkan tiga macam bentuk kesabaran, yaitu sabar dalam melakukan ketataan, sabar dari melakukan kemaksiatan kepada Allah dan sabar atas takdir-Nya. Ia adalah sabar dalam ketaatan kepada Allah karena seseorang sabar dengan ketaatan ini dan melakukannya. Dari dari kemaksiatan karena dia menjauhi dari apa yang diharamkan bagi orang yang berpuasa. Dan dari takdir Allah, karena orang yang berpuasa mendapatkan sakitnya kehausan, kelaparan, kemalasan dan lemah badan. Oleh karena itu puasa termasuk tingkatan tertinggi diantara jenis kesabaran, karena ia menggabungkan ketiga macam kesabaran. Dimana Allah ta’ala berfirman:

إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب

 “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” QS. Az-Zumar: 10

Selesai dari kitab ‘As-Syarkh Al-Mumti’, (6/456).

Wallahua’lam

Refrensi

Soal Jawab Tentang Islam

at email

Langganan Layanan Surat

Ikut Dalam Daftar Berlangganan Email Agar Sampai Kepada Anda Berita Baru

phone

Aplikasi Islam Soal Jawab

Akses lebih cepat ke konten dan kemampuan menjelajah tanpa internet

download iosdownload android
Pahala Puasa Dilipat Gandakan lebih banyak dari 700 kali Lipatan - Soal Jawab Tentang Islam